Halaman

    Social Items


Liverpool - Liverpool memulai laga pembukaan Liga Champions kualifikasi grup C di Anfield stadium, dengan menghadapi klub asal Perancis, Paris Saint-Germain. Kedua tim saling bermain menyerang dan saling adu gol.


Sejak kick-off babak pertama, Liverpool langsung tancap serangan ke pertahanan PSG. Namun pertahanan PSG yang cukup kuat, membuat pasukan Jurgen Klopp sedikit kesulitan untuk menembusnya.

Gol baru tercipta pada menit ke '30, lewat tandukan Daniel Sturridge. Berawal dari umpan silang yang diberikan Andy Robertson, Sturridge tanpa ragu langsung menanduknya dan jadilah gol pertama untuk The Reds, Liverpool.

Selang enam menit kemudian, Liverpool berhasil menggandakan keunggulan lewat tendangan pinalti dari James Milner, setelah Wijnaldum di langgar di kotak terlarang PSG. Liverpool pun unggul 2-0.

Meski mental sudah terlihat down, tapi semangat untuk menyamakan kedudukan masih tersisa, di setiap pemain PSG. Mereka pun berhasil memperkecil ketertinggalan, lewat gol Thomas Meunier di menit ke '40.

Skor 2-1 pun bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, kedua kesebelasan terlihat tampak bermain lebih hati-hati, terutama Liverpool. Liverpool terlihat menurunkan tempo permainan mereka, namun sambil menunggu kesempatan untuk menyerang pertahanan Neymar dan kawan-kawan.

Dilain pihak, para anak asuh Thomas Tuchel pun tidak menurunkan semangat juang. Mereka juga terus memberikan ancaman untuk Liverpool. Dan hingga akhirnya, usaha membuahkan hasil.

Salah satu pemain andalan PSG, Mbappe, berhasil menyamakan kedudukan dimenit ke '83. Dan skor menjadi 2-2.

Wajah-wajah kekecewaan pun muncul di setiap pemain Liverpool. Karena, hanya tinggal beberapa menit lagi mereka bisa memenangkan pertandingan, namun lawan mereka berhasil menyamakan kedudukan.

Tapi, bukan Liverpool namanya jika harus menyerah. Di sisa menit-menit terakhir, Henderson dan teman-temannya terus melancarkan serangan ke pertahanan PSG. Dan hasilnya, Roberto Firmino yang menggantikan Daniel Sturridge, menjadi pahlawan bagi The Reds.

Firmino berhasil mencetak gol kemenangan untuk Liverpool pada menit '90+2. Dan skor 3-2 pun bertahan hingga peluit pertandingan berakhir di bunyikan.

Kemenangan Liverpool yang dramatis ini, tentu tidak lepas dari strategi yang di usung oleh pelatih mereka, Jurgen Klopp. Ketika di wawancarai, Klopp membeberkan rahasianya mengapa Liverpool berhasil menang.

Menurut Klopp, PSG adalah kesebelasan yang hebat. Bahkan mereka mempunyai pemain-pemain hebat. Seperti Neymar, Cavani, Di Maria, serta Mbappe dan juga yang lainnya.

Tapi, di sisi lain, Klopp melihat sebuah kelemahan dari PSG melalui pemain bintang mereka, yaitu Neymar.

Klopp menilai bahwa Neymar bukanlah tipe pemain bertahan dan juga tentunya Neymar tidak bisa mengejar serangan Liverpool yang berasal dari para pemain sisi kanan Liverpool, seperti Arnold, Milner, dan Mo Salah. Kesempatan inilah yang di ambil Klopp, untuk membuat pola serangan melalui sisi kiri PSG yang ditempati oleh Neymar.

Dan hasilnya bisa kita lihat. PSG memang tampak lemah jika mendapat serangan dari sisi kiri mereka.

“Mereka mengubah sedikit sistem, kami sudah prediksi dan tidak terlalu memikirkannya. Neymar di sebelah kiri bukan ide yang buruk dan membuat pertahanan lebih sulit. Kami membutuhkan lebih banyak fokus dan kami merasa kami melakukannya dengan sangat baik,” ungkap Klopp, mengutip dari Goal, Rabu (19/9/2018).

“Kami menutup semua celah dan ketika kami memiliki bola, kami membuat mereka berlari dan menggunakan sayap kanan kami. Neymar adalah kelas dunia tetapi bukan pemain bertahan. Jadi kami mencoba melakukan itu,” pungkasnya.


Jurgen Klopp Menilai Neymar Adalah Kelemahan Paris Saint-Germain


Liverpool - Liverpool memulai laga pembukaan Liga Champions kualifikasi grup C di Anfield stadium, dengan menghadapi klub asal Perancis, Paris Saint-Germain. Kedua tim saling bermain menyerang dan saling adu gol.


Sejak kick-off babak pertama, Liverpool langsung tancap serangan ke pertahanan PSG. Namun pertahanan PSG yang cukup kuat, membuat pasukan Jurgen Klopp sedikit kesulitan untuk menembusnya.

Gol baru tercipta pada menit ke '30, lewat tandukan Daniel Sturridge. Berawal dari umpan silang yang diberikan Andy Robertson, Sturridge tanpa ragu langsung menanduknya dan jadilah gol pertama untuk The Reds, Liverpool.

Selang enam menit kemudian, Liverpool berhasil menggandakan keunggulan lewat tendangan pinalti dari James Milner, setelah Wijnaldum di langgar di kotak terlarang PSG. Liverpool pun unggul 2-0.

Meski mental sudah terlihat down, tapi semangat untuk menyamakan kedudukan masih tersisa, di setiap pemain PSG. Mereka pun berhasil memperkecil ketertinggalan, lewat gol Thomas Meunier di menit ke '40.

Skor 2-1 pun bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, kedua kesebelasan terlihat tampak bermain lebih hati-hati, terutama Liverpool. Liverpool terlihat menurunkan tempo permainan mereka, namun sambil menunggu kesempatan untuk menyerang pertahanan Neymar dan kawan-kawan.

Dilain pihak, para anak asuh Thomas Tuchel pun tidak menurunkan semangat juang. Mereka juga terus memberikan ancaman untuk Liverpool. Dan hingga akhirnya, usaha membuahkan hasil.

Salah satu pemain andalan PSG, Mbappe, berhasil menyamakan kedudukan dimenit ke '83. Dan skor menjadi 2-2.

Wajah-wajah kekecewaan pun muncul di setiap pemain Liverpool. Karena, hanya tinggal beberapa menit lagi mereka bisa memenangkan pertandingan, namun lawan mereka berhasil menyamakan kedudukan.

Tapi, bukan Liverpool namanya jika harus menyerah. Di sisa menit-menit terakhir, Henderson dan teman-temannya terus melancarkan serangan ke pertahanan PSG. Dan hasilnya, Roberto Firmino yang menggantikan Daniel Sturridge, menjadi pahlawan bagi The Reds.

Firmino berhasil mencetak gol kemenangan untuk Liverpool pada menit '90+2. Dan skor 3-2 pun bertahan hingga peluit pertandingan berakhir di bunyikan.

Kemenangan Liverpool yang dramatis ini, tentu tidak lepas dari strategi yang di usung oleh pelatih mereka, Jurgen Klopp. Ketika di wawancarai, Klopp membeberkan rahasianya mengapa Liverpool berhasil menang.

Menurut Klopp, PSG adalah kesebelasan yang hebat. Bahkan mereka mempunyai pemain-pemain hebat. Seperti Neymar, Cavani, Di Maria, serta Mbappe dan juga yang lainnya.

Tapi, di sisi lain, Klopp melihat sebuah kelemahan dari PSG melalui pemain bintang mereka, yaitu Neymar.

Klopp menilai bahwa Neymar bukanlah tipe pemain bertahan dan juga tentunya Neymar tidak bisa mengejar serangan Liverpool yang berasal dari para pemain sisi kanan Liverpool, seperti Arnold, Milner, dan Mo Salah. Kesempatan inilah yang di ambil Klopp, untuk membuat pola serangan melalui sisi kiri PSG yang ditempati oleh Neymar.

Dan hasilnya bisa kita lihat. PSG memang tampak lemah jika mendapat serangan dari sisi kiri mereka.

“Mereka mengubah sedikit sistem, kami sudah prediksi dan tidak terlalu memikirkannya. Neymar di sebelah kiri bukan ide yang buruk dan membuat pertahanan lebih sulit. Kami membutuhkan lebih banyak fokus dan kami merasa kami melakukannya dengan sangat baik,” ungkap Klopp, mengutip dari Goal, Rabu (19/9/2018).

“Kami menutup semua celah dan ketika kami memiliki bola, kami membuat mereka berlari dan menggunakan sayap kanan kami. Neymar adalah kelas dunia tetapi bukan pemain bertahan. Jadi kami mencoba melakukan itu,” pungkasnya.


 

No comments

Komentar yang kamu masukkan, akan di tinjau terlebih dahulu. Komentar yang mengandung link, tidak akan di terima. Hal ini guna mengantisipasi komentar spam. Mohon pengertiannya 😁