Halaman

    Social Items

Liverpool - Penampilan yang gemilang telah ditujukan oleh Joe Gomez, pemain belakang yang musim kemarin lebih banyak berada di bangku cadangan, kini mendapat kesempatan bermain lebih banyak, lantaran bek andalan Liverpool lainnya, Dejan Lovren masih dalam pemulihan cederanya.


Sempat mendapat banyak keraguan akan kualitasnya, namun Gomez menjawab itu dengan performanya yang gemilang. Tercatat, ia telah melakukan tugasnya dengan baik, menjaga lini pertahanan The Reds selama 4 laga awal musim 2018-2019.

Menanggapi hal itu, mantan pemain Liverpool, Craig Bellamy, menilai bahwa duet Gomez dan Virgil sudah cukup untuk menjaga bagian belakang Liverpool. Itu artinya, Jurgen Klopp tidak perlu menambahkan Lovren kedalam skuat inti Liverpool.

Lovren sendiri yang saat ini masih absen karena cedera, sebenarnya berjasa penuh atas kesuksesan Liverpool yang berhasil lolos ke babak final Liga Champions, bahkan dia juga membawa negaranya menuju babak final piala dunia kemarin. Meskipun keduanya hanya menjadi runner-up.

Namun rasanya, itu saja tidak cukup bagi Bellamy. Menurutnya, Lovren adalah titik lemah Liverpool. Karena, serangan balik lebih banyak tertuju kearahnya.

"Lovren, tim akan selalu mencoba untuk bermain di dekatnya dan melancarkan serangan balik ke arahnya, sebab dia sangat rawan terkena serangan balik," ujar Bellamy kepada Sky Sports (4/9/2018).

"Dia adalah titik lemah Liverpool. Itulah kenapa saya sangat terkesan dengan Gomez, karena keseimbangan tim lebih baik dengannya dan juga Van Dijk," sambungnya.

Selain itu, Bellamy juga mengatakan bahwa mereka berdua (Gomez dan Virgil), memiliki kecepatan yang mumpuni untuk segera kembali kebelakang, bilamana Liverpool mendapat serangan balik dari lawan, dan itu akan membuat lini pertahanan sangat kokoh, terlebih dengan bantuan dari dua gelandang, Milner dan Wijnaldum. Itu akan membuat gaya bermain Liverpool jadi lebih seimbang.

"Mereka punya kecepatan dan bisa bertahan satu lawan satu," ungkap Bellamy.

"Dan itu hanya akan terjadi sesekali karena gelandangnya, mereka lebih seimbang sekarang dengan Wijnaldum dan Milner, yang cukup cerdik melihat bahaya," tutupnya.

Ungkapan Bellamy ini bisa kita buktikan dari hasil yang di raih Liverpool. Selama 4 laga, Liverpool telah meraih 12 poin dengan catatan belum terkalahkan, dan hanya baru kebobolan satu gol. Dan itupun hasil blunder Allison, kiper anyar Liverpool.

Gomez Tampil Gemilang, Bellamy: Lovren Adalah Titik Lemah Liverpool

Liverpool - Penampilan yang gemilang telah ditujukan oleh Joe Gomez, pemain belakang yang musim kemarin lebih banyak berada di bangku cadangan, kini mendapat kesempatan bermain lebih banyak, lantaran bek andalan Liverpool lainnya, Dejan Lovren masih dalam pemulihan cederanya.


Sempat mendapat banyak keraguan akan kualitasnya, namun Gomez menjawab itu dengan performanya yang gemilang. Tercatat, ia telah melakukan tugasnya dengan baik, menjaga lini pertahanan The Reds selama 4 laga awal musim 2018-2019.

Menanggapi hal itu, mantan pemain Liverpool, Craig Bellamy, menilai bahwa duet Gomez dan Virgil sudah cukup untuk menjaga bagian belakang Liverpool. Itu artinya, Jurgen Klopp tidak perlu menambahkan Lovren kedalam skuat inti Liverpool.

Lovren sendiri yang saat ini masih absen karena cedera, sebenarnya berjasa penuh atas kesuksesan Liverpool yang berhasil lolos ke babak final Liga Champions, bahkan dia juga membawa negaranya menuju babak final piala dunia kemarin. Meskipun keduanya hanya menjadi runner-up.

Namun rasanya, itu saja tidak cukup bagi Bellamy. Menurutnya, Lovren adalah titik lemah Liverpool. Karena, serangan balik lebih banyak tertuju kearahnya.

"Lovren, tim akan selalu mencoba untuk bermain di dekatnya dan melancarkan serangan balik ke arahnya, sebab dia sangat rawan terkena serangan balik," ujar Bellamy kepada Sky Sports (4/9/2018).

"Dia adalah titik lemah Liverpool. Itulah kenapa saya sangat terkesan dengan Gomez, karena keseimbangan tim lebih baik dengannya dan juga Van Dijk," sambungnya.

Selain itu, Bellamy juga mengatakan bahwa mereka berdua (Gomez dan Virgil), memiliki kecepatan yang mumpuni untuk segera kembali kebelakang, bilamana Liverpool mendapat serangan balik dari lawan, dan itu akan membuat lini pertahanan sangat kokoh, terlebih dengan bantuan dari dua gelandang, Milner dan Wijnaldum. Itu akan membuat gaya bermain Liverpool jadi lebih seimbang.

"Mereka punya kecepatan dan bisa bertahan satu lawan satu," ungkap Bellamy.

"Dan itu hanya akan terjadi sesekali karena gelandangnya, mereka lebih seimbang sekarang dengan Wijnaldum dan Milner, yang cukup cerdik melihat bahaya," tutupnya.

Ungkapan Bellamy ini bisa kita buktikan dari hasil yang di raih Liverpool. Selama 4 laga, Liverpool telah meraih 12 poin dengan catatan belum terkalahkan, dan hanya baru kebobolan satu gol. Dan itupun hasil blunder Allison, kiper anyar Liverpool.

 

No comments

Komentar yang kamu masukkan, akan di tinjau terlebih dahulu. Komentar yang mengandung link, tidak akan di terima. Hal ini guna mengantisipasi komentar spam. Mohon pengertiannya 😁