Halaman

    Social Items

Banyak jomblo yang bertanya-tanya, "gimana sih caranya mendapatkan orang yang benar-benar tulus mencintai saya?" Mungkin kamu juga menanyakan hal itu? Kalau begitu, simak penjelasannya hanya disini!


Ya halo pembaca! Kembali lagi bersama saya disini dan tentunya di laman cinta-cintaan Im4j1ner. Kali ini saya ingin membahas mengenai pertanyaan yang selalu saya dengar, yaitu:

  • Kenapa nggak ada orang yang mau menerima saya?
  • Apakah ada orang yang tulus mencintai saya?
  • Bagaimana caranya agar saya mendapatkan orang yang tulus mencintai saya apa adanya?

Intinya semua pertanyaan itu mengacu pada pernyataan 'tidak ada orang yang menerima saya'. Dan itu membuat saya risih. Kenapa? Karena saya pun dulu seperti itu.

Saya dulu adalah orang yang selalu menanyakan pertanyaan yang memalukan itu. Kenapa memalukan? Ya coba aja kamu perhatikan pertanyaan-pertanyaan tersebut! Bukankah itu kesannya kita sedang mengemis cinta kepada orang lain? Bukan kesan lagi, tapi itu memang kita lagi ngemis. Apakah kamu tidak malu? Benar-benar menyedihkan, bukan?

Maka dari itu saya ingin membahasnya disini, agar kamu semua yang merasakan hal yang sama bisa tahu dan bisa mendapatkan orang yang tulus menerima kamu apa adanya. Entah itu teman, keluarga, lingkungan, bahkan mungkin kekasih.

Namun sebelum itu, kamu harus tahu dulu penyebab kamu tidak pernah menemukan orang yang tulus menerima kamu selama kamu hidup. Karena itu semua adalah sumber permasalahannya.

Kenapa tidak ada yang mencintai saya apa adanya?


Ketika kita selalu gagal dalam menjalin sebuah percintaan, maka pertanyaan yang sering kita lontarkan adalah:

  • Apakah saya tidak pantas hidup dengan orang yang saya cintai?
  • Kenapa kisah cinta saya selalu berakhir seperti ini?
  • Apakah saya begitu hina untuk menjalin sebuah hubungan?
  • Apa saya tidak patut untuk dicintai?
  • Kenapa nggak ada orang yang tulus mencintai saya?

Intinya semua pertanyaan itu menunjukkan nada protes, bahwasanya kita tidak menerima adanya pertemuan dan perpisahan didalam kehidupan.

Mungkin kamu tau kalau didalam kehidupan itu ada yang namanya pertemuan dan perpisahan. Tapi secara tidak sadar, ketika kamu di hadapkan pada sebuah perpisahan, kamu menolaknya. Dan itulah yang membuat kamu berpikir seperti itu. Paham tidak?

Istilahnya seperti ini! Suatu hari, kamu ingin memakan hamburger. Nah secara tiba-tiba, teman kamu datang sambil membawa hamburger. Lalu teman kamu pun memberikan separuh hamburger nya kepada kamu.

Nah, pertanyaannya! Ketika hamburger jatah kamu habis, apa yang akan kamu lakukan?

A. Menerima kenyataan dan melupakan hamburger itu walaupun kamu masih ingin memakannya.

B. Mengeluh karena cuma dikasih sedikit oleh teman kamu.

Silahkan kamu jawab didalam hati saja!

Sekarang mari kita bahas! Kalau kamu menjawab pertanyaan yang saya ajukan di atas dengan jawaban A, maka itu artinya kamu adalah tipe orang yang lebih memasrahkan segala urusan kepada sang pemberi. Dalam kasus ini, saya gambarkan kamu tidak menuntut banyak sama teman kamu mengenai hamburger itu.

Tapi, kalau kamu menjawab pertanyaan di atas dengan jawaban B, itu artinya kamu adalah orang yang tidak menerima pemberian dari sang pemberi dengan tulus. Dalam kasus ini saya gambarkan kamu seperti memerintah teman kamu agar memberikan kamu lebih banyak hamburger. Sedangkan pada permasalahannya adalah, kamu itu di kasih hamburger oleh teman kamu.

Nah, kalau seperti itu, bagaimana kamu menilai diri kamu sendiri? Masih pantaskah merengek untuk di kasih lebih?

Itu sama halnya dengan ketika kamu menganggap bahwa diri kamu tidak ada yang mau menerima kamu, tidak pantas untuk dicintai, tidak pantas untuk bahagia, dan segala ratusan ribu keluh kesah tentang cinta. Itu sama halnya dengan kamu memerintah Allah untuk menuruti semua yang kamu mau. Sedangkan pada kenyataannya, yang jadi Tuhan itu siapa?

Masih untung kamu di beri waktu pacaran dengan orang yang kamu sukai. Nah orang lain? Banyak orang lain yang hanya bisa mengagumi tanpa bisa pacaran dengan orang yang mereka kagumi. Bukankah rejeki kamu lebih baik dari orang lain? Lantas kenapa masih mengeluh?

Kalau kamu mau mendapatkan orang yang benar-benar tulus menerima kamu apa adanya, maka kamu juga harus bisa menerima pemberian dari yang maha pemberi (Allah) dengan tulus. Dengan kata lain, kamu itu harus banyak bersyukur! Bukan mengeluh! Kalau kamu mengeluh terus, yang ada kamu akan semakin terpuruk dengan keluh kesah kamu itu.

Kalau sudah seperti itu, kamu nantinya akan menyalahkan Allah, bahwa Allah tidak adil, Allah pilih kasih, dan segala tuduhan yang jelek-jelek kamu limpahkan kepada Allah. Coba sekarang kamu istighfar! Mohon ampun atas segala keluh kesah kamu itu.




Masalah itu sebagai batu loncatan 


Bukankah untuk pertamakali nya kamu menemukan sebuah sungai yang luas, yang banyak buaya nya, maka kamu juga akan kaget? Dan ketika ada batu, maka kamu bisa memanfaatkannya untuk melewati sungai itu. Sulit memang, untuk pertamakali. Tapi kalau sudah terbiasa, maka itu bukanlah masalah yang besar bukan?

Tapi lain halnya jika kamu hanya mengeluh terus dengan kejadian kamu terjebak di sungai buaya itu. Yang ada kamu tidak akan pernah bisa menyeberangi sungai itu. Mungkin kamu akan terus mengeluh di bawah pohon sambil mengharapkan belas kasih dari orang lain, agar mau membantu kamu menyeberangi sungai itu. Dan itu harus berapa lama? Bukankah itu sangat menyedihkan?

Pembaca! Sadar atau tidak, kalau segala masalah yang menimpa kita, adalah sebagai batu loncatan untuk membantu kita menyeberangi sungai yang luas, yang didalamnya banyak sekali buaya.

Mungkin kamu berpikir bahwa tulisan ini tidak nyambung dengan permasalahan cinta kamu. Tapi kenyataannya, seperti inilah adanya. Karena semua yang kamu dapatkan adalah, hasil dari campur tangan Allah yang maha pemberi. Jadi, kalau kamu mau apa-apa, jangan lupa untuk melibatkannya dalam urusan kamu.

Itulah yang mungkin menjadi penyebab kamu kesulitan mendapatkan orang yang mau menerima dan mencintai kamu tulus apa adanya.

Nah mulai sekarang, cobalah untuk memulai menerima segala pemberian dari Allah. Entah itu kesenangan, kesedihan, pertemuan, hingga perpisahan dengan hati yang tulus. Maka insya Allah, Allah pun akan mempertemukan kamu dengan orang-orang yang tulus menerima kamu apa adanya.

Catatan penulis: Sebenarnya tadinya saya mau menulis cara-caranya untuk mendapatkan orang yang tulus mencintai kita. Tapi nggak tahu kenapa, pikiran saya, hati saya, serta tangan saya, malah menulis sesuatu yang berbeda, yang tidak sesuai degan konsep awal. Mungkin ini bisikkan Allah? Saya pun tidak tahu! Hanya Allah yang tahu. 

Yang jelas, kamu berusaha dulu untuk menerima semua yang terjadi di hidup kamu terlebih dahulu. Agar hati dan pikiran kamu kembali positif. Dan pada kesempatan selanjutnya, insya Allah saya akan benar-benar memberikan tips untuk menemukan orang yang cocok untuk kita atau yang akrab disebut jodoh.

Untuk itu, submit email kamu di kolom yang sudah di sediakan, agar mendapatkan notifikasi tentang artikel baru di blog ini. Sampai jumpa dan semoga bermanfaat...

Baca: Cara Menemukan Kekasih Atau Jodoh Yang Cocok

Cara Menemukan Orang Yang Menerima Kamu Dengan Tulus Apa Adanya

Banyak jomblo yang bertanya-tanya, "gimana sih caranya mendapatkan orang yang benar-benar tulus mencintai saya?" Mungkin kamu juga menanyakan hal itu? Kalau begitu, simak penjelasannya hanya disini!


Ya halo pembaca! Kembali lagi bersama saya disini dan tentunya di laman cinta-cintaan Im4j1ner. Kali ini saya ingin membahas mengenai pertanyaan yang selalu saya dengar, yaitu:

  • Kenapa nggak ada orang yang mau menerima saya?
  • Apakah ada orang yang tulus mencintai saya?
  • Bagaimana caranya agar saya mendapatkan orang yang tulus mencintai saya apa adanya?

Intinya semua pertanyaan itu mengacu pada pernyataan 'tidak ada orang yang menerima saya'. Dan itu membuat saya risih. Kenapa? Karena saya pun dulu seperti itu.

Saya dulu adalah orang yang selalu menanyakan pertanyaan yang memalukan itu. Kenapa memalukan? Ya coba aja kamu perhatikan pertanyaan-pertanyaan tersebut! Bukankah itu kesannya kita sedang mengemis cinta kepada orang lain? Bukan kesan lagi, tapi itu memang kita lagi ngemis. Apakah kamu tidak malu? Benar-benar menyedihkan, bukan?

Maka dari itu saya ingin membahasnya disini, agar kamu semua yang merasakan hal yang sama bisa tahu dan bisa mendapatkan orang yang tulus menerima kamu apa adanya. Entah itu teman, keluarga, lingkungan, bahkan mungkin kekasih.

Namun sebelum itu, kamu harus tahu dulu penyebab kamu tidak pernah menemukan orang yang tulus menerima kamu selama kamu hidup. Karena itu semua adalah sumber permasalahannya.

Kenapa tidak ada yang mencintai saya apa adanya?


Ketika kita selalu gagal dalam menjalin sebuah percintaan, maka pertanyaan yang sering kita lontarkan adalah:

  • Apakah saya tidak pantas hidup dengan orang yang saya cintai?
  • Kenapa kisah cinta saya selalu berakhir seperti ini?
  • Apakah saya begitu hina untuk menjalin sebuah hubungan?
  • Apa saya tidak patut untuk dicintai?
  • Kenapa nggak ada orang yang tulus mencintai saya?

Intinya semua pertanyaan itu menunjukkan nada protes, bahwasanya kita tidak menerima adanya pertemuan dan perpisahan didalam kehidupan.

Mungkin kamu tau kalau didalam kehidupan itu ada yang namanya pertemuan dan perpisahan. Tapi secara tidak sadar, ketika kamu di hadapkan pada sebuah perpisahan, kamu menolaknya. Dan itulah yang membuat kamu berpikir seperti itu. Paham tidak?

Istilahnya seperti ini! Suatu hari, kamu ingin memakan hamburger. Nah secara tiba-tiba, teman kamu datang sambil membawa hamburger. Lalu teman kamu pun memberikan separuh hamburger nya kepada kamu.

Nah, pertanyaannya! Ketika hamburger jatah kamu habis, apa yang akan kamu lakukan?

A. Menerima kenyataan dan melupakan hamburger itu walaupun kamu masih ingin memakannya.

B. Mengeluh karena cuma dikasih sedikit oleh teman kamu.

Silahkan kamu jawab didalam hati saja!

Sekarang mari kita bahas! Kalau kamu menjawab pertanyaan yang saya ajukan di atas dengan jawaban A, maka itu artinya kamu adalah tipe orang yang lebih memasrahkan segala urusan kepada sang pemberi. Dalam kasus ini, saya gambarkan kamu tidak menuntut banyak sama teman kamu mengenai hamburger itu.

Tapi, kalau kamu menjawab pertanyaan di atas dengan jawaban B, itu artinya kamu adalah orang yang tidak menerima pemberian dari sang pemberi dengan tulus. Dalam kasus ini saya gambarkan kamu seperti memerintah teman kamu agar memberikan kamu lebih banyak hamburger. Sedangkan pada permasalahannya adalah, kamu itu di kasih hamburger oleh teman kamu.

Nah, kalau seperti itu, bagaimana kamu menilai diri kamu sendiri? Masih pantaskah merengek untuk di kasih lebih?

Itu sama halnya dengan ketika kamu menganggap bahwa diri kamu tidak ada yang mau menerima kamu, tidak pantas untuk dicintai, tidak pantas untuk bahagia, dan segala ratusan ribu keluh kesah tentang cinta. Itu sama halnya dengan kamu memerintah Allah untuk menuruti semua yang kamu mau. Sedangkan pada kenyataannya, yang jadi Tuhan itu siapa?

Masih untung kamu di beri waktu pacaran dengan orang yang kamu sukai. Nah orang lain? Banyak orang lain yang hanya bisa mengagumi tanpa bisa pacaran dengan orang yang mereka kagumi. Bukankah rejeki kamu lebih baik dari orang lain? Lantas kenapa masih mengeluh?

Kalau kamu mau mendapatkan orang yang benar-benar tulus menerima kamu apa adanya, maka kamu juga harus bisa menerima pemberian dari yang maha pemberi (Allah) dengan tulus. Dengan kata lain, kamu itu harus banyak bersyukur! Bukan mengeluh! Kalau kamu mengeluh terus, yang ada kamu akan semakin terpuruk dengan keluh kesah kamu itu.

Kalau sudah seperti itu, kamu nantinya akan menyalahkan Allah, bahwa Allah tidak adil, Allah pilih kasih, dan segala tuduhan yang jelek-jelek kamu limpahkan kepada Allah. Coba sekarang kamu istighfar! Mohon ampun atas segala keluh kesah kamu itu.




Masalah itu sebagai batu loncatan 


Bukankah untuk pertamakali nya kamu menemukan sebuah sungai yang luas, yang banyak buaya nya, maka kamu juga akan kaget? Dan ketika ada batu, maka kamu bisa memanfaatkannya untuk melewati sungai itu. Sulit memang, untuk pertamakali. Tapi kalau sudah terbiasa, maka itu bukanlah masalah yang besar bukan?

Tapi lain halnya jika kamu hanya mengeluh terus dengan kejadian kamu terjebak di sungai buaya itu. Yang ada kamu tidak akan pernah bisa menyeberangi sungai itu. Mungkin kamu akan terus mengeluh di bawah pohon sambil mengharapkan belas kasih dari orang lain, agar mau membantu kamu menyeberangi sungai itu. Dan itu harus berapa lama? Bukankah itu sangat menyedihkan?

Pembaca! Sadar atau tidak, kalau segala masalah yang menimpa kita, adalah sebagai batu loncatan untuk membantu kita menyeberangi sungai yang luas, yang didalamnya banyak sekali buaya.

Mungkin kamu berpikir bahwa tulisan ini tidak nyambung dengan permasalahan cinta kamu. Tapi kenyataannya, seperti inilah adanya. Karena semua yang kamu dapatkan adalah, hasil dari campur tangan Allah yang maha pemberi. Jadi, kalau kamu mau apa-apa, jangan lupa untuk melibatkannya dalam urusan kamu.

Itulah yang mungkin menjadi penyebab kamu kesulitan mendapatkan orang yang mau menerima dan mencintai kamu tulus apa adanya.

Nah mulai sekarang, cobalah untuk memulai menerima segala pemberian dari Allah. Entah itu kesenangan, kesedihan, pertemuan, hingga perpisahan dengan hati yang tulus. Maka insya Allah, Allah pun akan mempertemukan kamu dengan orang-orang yang tulus menerima kamu apa adanya.

Catatan penulis: Sebenarnya tadinya saya mau menulis cara-caranya untuk mendapatkan orang yang tulus mencintai kita. Tapi nggak tahu kenapa, pikiran saya, hati saya, serta tangan saya, malah menulis sesuatu yang berbeda, yang tidak sesuai degan konsep awal. Mungkin ini bisikkan Allah? Saya pun tidak tahu! Hanya Allah yang tahu. 

Yang jelas, kamu berusaha dulu untuk menerima semua yang terjadi di hidup kamu terlebih dahulu. Agar hati dan pikiran kamu kembali positif. Dan pada kesempatan selanjutnya, insya Allah saya akan benar-benar memberikan tips untuk menemukan orang yang cocok untuk kita atau yang akrab disebut jodoh.

Untuk itu, submit email kamu di kolom yang sudah di sediakan, agar mendapatkan notifikasi tentang artikel baru di blog ini. Sampai jumpa dan semoga bermanfaat...

Baca: Cara Menemukan Kekasih Atau Jodoh Yang Cocok

 

2 comments:

  1. Wow, sangat terinspirasi. Mungkin informasi ini menjadi solusi bagi yang merasakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.... Mudah-mudahan aja banyak yang terinspirasi 😀

      Delete

Komentar yang kamu masukkan, akan di tinjau terlebih dahulu. Komentar yang mengandung link, tidak akan di terima. Hal ini guna mengantisipasi komentar spam. Mohon pengertiannya 😁