Halaman

    Social Items


Plastik selalu di kira sebagai dampak buruk bagi masyarakat. Pasalnya, jika suatu plastik sudah menjadi sampah, itu akan sulit hancurnya, terkecuali di bakar. Dan itupun harus menimbulkan polusi.



Namun tidak dengan Doktor di India ini, Rajagopalan Vasudevan (73). Baginya, plastik merupakan sebuah benda yang berharga, jika kita dapat memanfaatkan nya dengan baik.

“Plastik tidak akan menyumbat lautan atau tempat pembuangan sampah kita jika kita tidak membuangnya di tempat pertama. Begitu banyak yang bisa kita lakukan dengan sampah plastik," ujar Vasudevan di kantornya di Kota Madurai, India Selatan. Seperti yang di kutip dari jawapos.com (18/7/2018).

Iapun menambahkan bahwa larangan penggunaan plastik, itu bukanlah suatu hal yang bagus untuk masyarakat.

"Larangan penggunaan plastik dapat sangat mempengaruhi kualitas hidup bagi keluarga berpenghasilan rendah. Tapi jika kamu membakarnya atau menguburnya, itu pasti akan mempengaruhi lingkungan," tambah Vasudevan.

Vasudevan sendiri sebenarnya telah mendapatkan sebuah penghargaan atas idenya yang cemerlang. Yaitu tentang bagaimana ia mendaur ulang sebuah plastik, dan menjadikannya sebuah jalan.

Ide itu muncul dari bengkel kerjanya di Sekolah Tinggi Teknik Thiagarajar di Madurai sejak tahun 2001.

Awal mulanya ia merasa terganggu
dengan larangan penggunaan plastik, yang dia yakini penting bagi orang miskin. Lantas iapun segera mencari solusi untuk masalah tersebut.

Ia kemudian melakukan berbagai macam eksperimen. Hingga pada saat sebuah plastik mencair, iapun terfokus pada plastik yang mencair tersebut. Ia beranggapan bahwa plastik memiliki sifat pengikat yang sangat baik.

Vasudevan melihat, ketika plastik cair ditambahkan ke batu dan campuran aspal maka plastik menempel cepat dan mengikat kedua bahan bersama. Plastik yang dimodifikasi aspal meningkatkan kekuatan tarik jalan dengan membuatnya lebih tahan lama dan fleksibel.

Selain itu, plastik juga dapat mencegah pembentukan lubang di jalan beraspal. Ketika lapisan plastik cair mengisi ruang antara kerikil dan aspal, itu menggagalkan air hujan dari merembes masuk dan menyebabkan cacat struktural.

Sebelumnya almarhum Dr Abdul Kalam, mantan presiden dan ilmuwan India mengunjungi Thiagarajar College, dia mendorong Vasudevan untuk mendirikan jalan beraspal plastik pertama di dalam kampus.

"Dia meminta saya untuk membuat jalan menjadi abu-abu karena jalan-jalan hitam menyerap dan menjebak panas," kata Vasudevan.

Pada tahun 2002, ia membuka jalan sepanjang 60 kaki di dalam kampus dengan aspal modifikasi plastik. Jalannya masih utuh sampai hari ini. Ia menerima paten untuk proses tersebut pada 2006. Sejak itu, hampir 10.000 km jalan di India telah diaspal menggunakan tekniknya.

Dokter Di India Buktikan Bahwa Plastik Berguna Untuk Mayarakat Dengan Membuat Jalan Dari Plastik


Plastik selalu di kira sebagai dampak buruk bagi masyarakat. Pasalnya, jika suatu plastik sudah menjadi sampah, itu akan sulit hancurnya, terkecuali di bakar. Dan itupun harus menimbulkan polusi.



Namun tidak dengan Doktor di India ini, Rajagopalan Vasudevan (73). Baginya, plastik merupakan sebuah benda yang berharga, jika kita dapat memanfaatkan nya dengan baik.

“Plastik tidak akan menyumbat lautan atau tempat pembuangan sampah kita jika kita tidak membuangnya di tempat pertama. Begitu banyak yang bisa kita lakukan dengan sampah plastik," ujar Vasudevan di kantornya di Kota Madurai, India Selatan. Seperti yang di kutip dari jawapos.com (18/7/2018).

Iapun menambahkan bahwa larangan penggunaan plastik, itu bukanlah suatu hal yang bagus untuk masyarakat.

"Larangan penggunaan plastik dapat sangat mempengaruhi kualitas hidup bagi keluarga berpenghasilan rendah. Tapi jika kamu membakarnya atau menguburnya, itu pasti akan mempengaruhi lingkungan," tambah Vasudevan.

Vasudevan sendiri sebenarnya telah mendapatkan sebuah penghargaan atas idenya yang cemerlang. Yaitu tentang bagaimana ia mendaur ulang sebuah plastik, dan menjadikannya sebuah jalan.

Ide itu muncul dari bengkel kerjanya di Sekolah Tinggi Teknik Thiagarajar di Madurai sejak tahun 2001.

Awal mulanya ia merasa terganggu
dengan larangan penggunaan plastik, yang dia yakini penting bagi orang miskin. Lantas iapun segera mencari solusi untuk masalah tersebut.

Ia kemudian melakukan berbagai macam eksperimen. Hingga pada saat sebuah plastik mencair, iapun terfokus pada plastik yang mencair tersebut. Ia beranggapan bahwa plastik memiliki sifat pengikat yang sangat baik.

Vasudevan melihat, ketika plastik cair ditambahkan ke batu dan campuran aspal maka plastik menempel cepat dan mengikat kedua bahan bersama. Plastik yang dimodifikasi aspal meningkatkan kekuatan tarik jalan dengan membuatnya lebih tahan lama dan fleksibel.

Selain itu, plastik juga dapat mencegah pembentukan lubang di jalan beraspal. Ketika lapisan plastik cair mengisi ruang antara kerikil dan aspal, itu menggagalkan air hujan dari merembes masuk dan menyebabkan cacat struktural.

Sebelumnya almarhum Dr Abdul Kalam, mantan presiden dan ilmuwan India mengunjungi Thiagarajar College, dia mendorong Vasudevan untuk mendirikan jalan beraspal plastik pertama di dalam kampus.

"Dia meminta saya untuk membuat jalan menjadi abu-abu karena jalan-jalan hitam menyerap dan menjebak panas," kata Vasudevan.

Pada tahun 2002, ia membuka jalan sepanjang 60 kaki di dalam kampus dengan aspal modifikasi plastik. Jalannya masih utuh sampai hari ini. Ia menerima paten untuk proses tersebut pada 2006. Sejak itu, hampir 10.000 km jalan di India telah diaspal menggunakan tekniknya.

 

No comments

Komentar yang kamu masukkan, akan di tinjau terlebih dahulu. Komentar yang mengandung link, tidak akan di terima. Hal ini guna mengantisipasi komentar spam. Mohon pengertiannya 😁