Halaman

    Social Items



Ya halo pembaca! Kembali lagi di laman berita kesehatan Im4j1ner. Topik yang akan di bahas pada kesempatan kali ini adalah 
gejala serangan jantung jangan sampai ketukar dengan gejala masuk angin.




Gejala serangan jantung mirip gejala masuk angin

Kita orang Indonesia, pasti sering sekali mendengar istilah masuk angin. Benar, kan? Nah menurut kamu, masuk angin itu apa? Angin yang masuk kedalam tubuh kamu sehingga menimbulkan perut kamu kembung? Atau yang lainnya?

Sebenarnya dalam dunia medis, istilah masuk angin itu tidak ada, loh.

Yang ada adalah adanya keluhan asam lambung yang tinggi, sehingga menimbulkan perut kembung, mual, pusing, sendawa, dan buang angin.

Tapi karena sudah di beri nama 'masuk angin', ya udah kita panggil masuk angin saja, ya!

Nah kalau kamu perhatikan dengan teliti gejala masuk angin di atas, sekilas mirip dengan gejala serangan jantung. Iya, kan?

Makanya banyak orang yang sering salah artikan antara gejala masuk angin dan gejala serangan jantung. Sehingga di abaikan begitu saja.

Ataupun kalau di tangani, paling ya cuma di kerok pake koin dan minyak kayu putih.

Maka dari itu kedepannya, kalau kamu merasakan gejala seperti masuk angin, ada baiknya pergi ke dokter untuk sekedar memeriksakan kondisi tubuh kamu.

Syukur-syukur cuma masuk angin, nah kalau serangan jantung beneran gimana?





Lantas, apa yang membuat gejala serangan jantung sama dengan gejala masuk angin?

Dilansir Im4j1ner dari Tribunnews.com, hal tersebut terjadi karena adanya rangsangan yang diantarkan oleh saraf yang sama, yaitu sarafnevus vagus.

Kemudian rangsangan tersebut diterima oleh otak, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Tapi yang membedakan serangan jantung dengan masuk angin adalah,  serangan jantung lebih spesifik.

Kita akan merasakan rasa nyeri yang teramat nyeri di bagian dada. Itu seperti ada beban berat yang diletakkan pada bagian dada.

Bukan hanya itu saja! Gejala serangan jantung juga sering disertai beberapa hal seperti berikut:
  • Mual.
  • Kembung.
  • Nyeri di ulu hati.
  • Keringat dingin.
  • Sendawa.
  • Pusing, bahkan pingsan.


Nah, itulah yang menyebabkan banyak orang yang mengira bahwa itu adalah gejala masuk angin. Padahal kalau di teliti lebih seksama lagi, jelas-jelas ada perbedaannya, kan?

Oleh karenanya, jika kamu mengalami gejala-gejala seperti yang di atas dan kemudian kamu bingung apakah itu masuk angin atau serangan jantung, lebih baik langsung pergi ke dokter saja untuk di periksa. Jangan sampai lebih dari 12 jam setelah itu terjadi.

Karena, jika lebih dari 12 jam tidak di tangani, di khawatirkan akan berakibat rusaknya otot-otot jantung dan tidak bisa diperbaiki kembali.

Lalu, apa yang menjadi penyebabnya?

Berikut adalah penyebab serangan jantung:
  • hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Diabetes melitus.
  • Ketidakseimbangan kolestrol.
  • Merokok.
  • Dan obesitas.


Jika seperti itu, sangatlah di anjurkan untuk kita secara rutin memeriksakan kesehatan kita. Ya paling tidak selama 6 bulan sekali, ataupun setahun sekali.

Dan yang tidak kalah penting, tetap jaga pola hidup sehat kamu, serta jangan malas berolahraga.










Kenali Gejala Serangan Jantung Dan Bedanya Dengan Masuk Angin! Jangan Sampai Salah!



Ya halo pembaca! Kembali lagi di laman berita kesehatan Im4j1ner. Topik yang akan di bahas pada kesempatan kali ini adalah 
gejala serangan jantung jangan sampai ketukar dengan gejala masuk angin.




Gejala serangan jantung mirip gejala masuk angin

Kita orang Indonesia, pasti sering sekali mendengar istilah masuk angin. Benar, kan? Nah menurut kamu, masuk angin itu apa? Angin yang masuk kedalam tubuh kamu sehingga menimbulkan perut kamu kembung? Atau yang lainnya?

Sebenarnya dalam dunia medis, istilah masuk angin itu tidak ada, loh.

Yang ada adalah adanya keluhan asam lambung yang tinggi, sehingga menimbulkan perut kembung, mual, pusing, sendawa, dan buang angin.

Tapi karena sudah di beri nama 'masuk angin', ya udah kita panggil masuk angin saja, ya!

Nah kalau kamu perhatikan dengan teliti gejala masuk angin di atas, sekilas mirip dengan gejala serangan jantung. Iya, kan?

Makanya banyak orang yang sering salah artikan antara gejala masuk angin dan gejala serangan jantung. Sehingga di abaikan begitu saja.

Ataupun kalau di tangani, paling ya cuma di kerok pake koin dan minyak kayu putih.

Maka dari itu kedepannya, kalau kamu merasakan gejala seperti masuk angin, ada baiknya pergi ke dokter untuk sekedar memeriksakan kondisi tubuh kamu.

Syukur-syukur cuma masuk angin, nah kalau serangan jantung beneran gimana?





Lantas, apa yang membuat gejala serangan jantung sama dengan gejala masuk angin?

Dilansir Im4j1ner dari Tribunnews.com, hal tersebut terjadi karena adanya rangsangan yang diantarkan oleh saraf yang sama, yaitu sarafnevus vagus.

Kemudian rangsangan tersebut diterima oleh otak, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Tapi yang membedakan serangan jantung dengan masuk angin adalah,  serangan jantung lebih spesifik.

Kita akan merasakan rasa nyeri yang teramat nyeri di bagian dada. Itu seperti ada beban berat yang diletakkan pada bagian dada.

Bukan hanya itu saja! Gejala serangan jantung juga sering disertai beberapa hal seperti berikut:
  • Mual.
  • Kembung.
  • Nyeri di ulu hati.
  • Keringat dingin.
  • Sendawa.
  • Pusing, bahkan pingsan.


Nah, itulah yang menyebabkan banyak orang yang mengira bahwa itu adalah gejala masuk angin. Padahal kalau di teliti lebih seksama lagi, jelas-jelas ada perbedaannya, kan?

Oleh karenanya, jika kamu mengalami gejala-gejala seperti yang di atas dan kemudian kamu bingung apakah itu masuk angin atau serangan jantung, lebih baik langsung pergi ke dokter saja untuk di periksa. Jangan sampai lebih dari 12 jam setelah itu terjadi.

Karena, jika lebih dari 12 jam tidak di tangani, di khawatirkan akan berakibat rusaknya otot-otot jantung dan tidak bisa diperbaiki kembali.

Lalu, apa yang menjadi penyebabnya?

Berikut adalah penyebab serangan jantung:
  • hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Diabetes melitus.
  • Ketidakseimbangan kolestrol.
  • Merokok.
  • Dan obesitas.


Jika seperti itu, sangatlah di anjurkan untuk kita secara rutin memeriksakan kesehatan kita. Ya paling tidak selama 6 bulan sekali, ataupun setahun sekali.

Dan yang tidak kalah penting, tetap jaga pola hidup sehat kamu, serta jangan malas berolahraga.










 

No comments

Komentar yang kamu masukkan, akan di tinjau terlebih dahulu. Komentar yang mengandung link, tidak akan di terima. Hal ini guna mengantisipasi komentar spam. Mohon pengertiannya 😁