Saturday, April 21, 2018

Niat Wisata 160 Siswa Malah Ketipu Agen Travel Sebesar Rp 134.900.000

Sumber gambar: liputan6.com


Murid kelas XII SMK Barunawati, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berniat berwisata ke Yogyakarta, Jawa Tengah, nampaknya harus mengurung keinginannya itu, pada Kamis, 19 April 2018.

Pasalnya, mereka di duga telah tertipu oleh agen travel yang mereka ajak bekerjasama untuk menyediakan busnya, yang berdomisili di Bekasi, Jawa Barat.
Korban yang di perkirakan sebanyak 160 siswa.

Menurut Kompol Supriyanto, Kapolsek Tanjung Priok, peristiwa tersebut awalnya diketahui oleh anggotanya yang tengah berpatroli. Melihat ada keresahan dan keributan di depan sekolah, anggota pun mendatanginya.




"Awalnya kita datangi ada apa. Dan pihak sekolah cerita mereka dari kemaren tengah menunggu bus untuk wisata tapi tidak datang-datang," kata Supriyanto di kantornya, Jakarta Utara, melansir dari laman liputan6.com Jumat (20/4/2018) malam.

Pihak sekolah kemudian membuat laporan sehari setelah kejadian, terkait kasus penipuan oleh agen travel tersebut. Di klaim pihak sekolah telah menyerahkan uang sebesar Rp 134.900.000 kepada pihak Wisata Mandiri Travel. Namun ternyata bus yang di janjikan tak kunjung datang, layaknya bang Toyib.

"Pihak sekolah menyebut dari kemaren sudah menunggu bus tapi tidak datang-datang sampai hari ini. Padahal uang sudah disetorkan. Dan uang itu diperoleh dari siswa yang dipungut Rp 1,2 juta per siswa," lanjut mantan Kapolsek Koja itu memberi laporannya.

Berdasarkan perjanjian yang telah di buat antara pihak sekolah dan pihak agen travel, agen travel menjanjikan akan mengirim 4 armada, untuk mengangkut para siswa yang ikut pergi wisata. Namun nyatanya, pihak travel yang datang malah beralasan bahwa uang yang di serahkan sebagai tanda  kontrak kerjasama mereka telah di bawa lari rekannya.

"Bilangnya akan datang 4 bis Bluebird star. Alasannya katanya uangnya dibawa kabur sama temennya," ungkap Supriyanto.

Terlepas dari itu, Kompol Supriyanto mengatakan, saat ini pihaknya sudah memeriksa beberapa orang saksi. Selain itu, penyidik juga tengah mendalami surat perjanjian kerjasama antara pihak sekolah dan travel.

"Kita sudah periksa saksi-saksi. Nanti kita dalami dulu," tutupnya. Seperti yang di kutip dari liputan6.com (21/4/2018).

Artikel lainnya:



Next

Related

3 komentar

Menjamurnya agen travel belakangan ini, menuntut kita untuk lebih smart dalam menentukan pilihan. Sehingga bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan seperti kasus di atas.

This comment has been removed by the author.

Yap, bener banget mas.... Kita harus lebih hati-hati memilih. Jangan sampai kasus seperti di atas terulang lagi...

Komentar yang kamu masukkan, akan di tinjau terlebih dahulu. Komentar yang mengandung link, tidak akan di terima. Hal ini guna mengantisipasi komentar spam. Mohon pengertiannya 😁
EmoticonEmoticon