Inilah Sebabnya Seseorang Susah Move On Dari Mantan Pacarnya

Hai pembaca... Terkadang kita terjebak dalam suatu posisi yang mengharuskan kita untuk memilih, antara balik ke mantan pacar atau tetap terus mencoba move on, meskipun kita belum bisa sepenuhnya untuk move on dari si dia.

Ya, hal ini tentu membuat kita menjadi sedikit galau bahkan sampai gelisah. Benar, bukan? Tapi jangan khawatir, di sini saya akan mencoba memberi sedikit referensi buat kamu-kamu yang lagi sulit move on dari mantan pacar kamu tercinta.

Move On Dari Mantan Pacar







Move on ini memliki arti pindah atau bergerak, tergantung dimana kata move on itu di letakkan.

Akan tetapi, jika kita mendengar kata move on, maka sering kali di artikan bahwasanya definisinya seseorang yang sulit melupakan mantan pacarnya atau istilahnya tidak bisa pindah kelain hati.

Itu bisa juga, karena intinya bergerak atau pindah. Dan ternyata, itu bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu banyak teman-teman kita yang gagal move on, dan akhirnya tetap berharap pada mantan pacarnya.

Hal ini kemungkinan di dasari karena perasaan yang ada, sudah semakin dalam kepada orang tersebut.

Maka dari itulah sikap ingin berpaling hampir 100% tidak ada dalam hati maupun pikirannya.

Ya, seseorang yang mencintai orang lain dengan perasaan lebih, tidak akan pernah bisa melupakan hal-hal yang sudah mereka lalui.






Itu artinya, jauh dari orangnya pun tidak akan pernah mau. Jadinya, orang itu akan merasakan kegalauan yang luar biasa dahsyatnya, ketika orang yang dia sukai memutus hubungan dengannya.

Hal ini tidak akan pernah terjadi, jika kita mencintai seseorang dengan perasaan biasa saja.

Artinya, hanya mempunyai sikap peduli, sayang, dan perhatian saja. Untuk rasa cinta, kita taruh 0,5% saja. Maka ketika orang itu di tinggalkan kekasihnya, maka rasa kehilangan hanya sebatas rasa kehilangan kepada uang seribu.

Ya, satu hari hingga satu Minggu kemudian, dia akan melupakan kejadian perpisahan itu. Tunggu dulu? Apa maksudnya sikap peduli, sayang dan cinta? Lalu, apa itu cinta? Ok! Kita akan membahasnya di sini.

Peduli

Sikap peduli adalah dimana kita, tidak pernah bisa melihat orang yang dekat dengan kita mengalami kesusahan atau kesedihan.

Oleh karenanya, kita tanpa sadar ingin membuat orang itu kembali bahagia dan melupakan masalahnya.

Ya, seperti sebuah persahabatan, dan ikatan keluarga. Dimana kelompok orang akan saling membantu satu sama lain tanpa pamrih.




Jika di kaitkan dengan hubungan percintaan, tentu saja sikap peduli itu di artikan sebagai tindakan seorang kekasih untuk siap ada di dekatnya, ketika kekasihnya dilanda masalah.

Masalah yang di maksud tentu saja masalah kehidupan dari kekasihnya dan segala yang menimpanya.

Dengan kata lain, sikap peduli ini lebih mengarah kepada ingin melihat orang yang di cintai lebih bahagia dari dirinya sendiri.

Jika orang itu mempunyai cinta yang besar, maka dia akan melakukan apa saja, meskipun itu akan membunuh dirinya sendiri. Mengerikan, bukan?

Ya, itulah faktanya. Maka dari itu, cintailah seseorang sewajarnya saja! Toh dia belum resmi jadi suami ataupun istri sah kamu, kan? Jika seperti ini, rasa sayang pun akan terkait.

Rasa sayang

Rasa sayang sendiri seringkali di kaitkan dengan rasa peduli. Ya, memang sangat erat kaitannya. Karena ketika kita sayang dengan seseorang, maka kita pun akan secara otomatis tidak ingin melihat mereka kenapa-napa.




Sikap peduli itu menyatu dengan rasa sayang yang kita miliki. Tapi bila kita menelusuri lebih dalam lagi, rasa sayang itu mempunyai arti yang luas.

Seperti perasaan sayang orang tua kepada anaknya, rasa sayang terhadap sahabat, dan tentu rasa sayang terhadap kekasihnya.

Masing-masing definisi rasa sayang itu bisa kita bagi menjadi beberapa bagian.

Terkadang, rasa sayang terhadap teman, kita hanya memiliki rasa simpati, tanpa peduli apa yang di rasakan mereka, begitupun dengan orang tua.

Tapi jika untuk orang yang kita cintai, kita malah memiiki rasa sayang, simpati dan juga peduli. Ini di karenakan, kita sudah mencintai orang itu semakin dalam. Apa di sini sudah jelas? Jika belum, coba renungkan lagi.

Kemudian cinta

Cinta itu adalah perasaan yang muncul secara tiba-tiba dan men-sugesti kita untuk melakukan segala hal untuk sesuatu yang kita cintai. Misalnya, cinta seorang ibu kepada anaknya.

Meski anaknya itu sangat nakal dan sering membangkang, maka sebagai ibunya beliau tidak akan mau anaknya kenapa-napa ataupun menderita (kasarnya). Begitupun cinta pada sang kekasih.

Kita pasti akan terus berjuang untuk mendapatkan cinta dari orang yang kita cintai dengan cara apapun, dan mempertahankannya dengan cara apapun juga.






Dengan kata lain, cinta itu dapat mengendalikan perasaan kita tanpa kita sadari. Jika terlalu terobsesi atau fanatik, hasilnya tidak akan sehat.

Itulah sebabnya kenapa kita susah move on dari orang yang kita cintai. Tapi jika cinta itu bisa di kendalikan, tentu kita pun bisa move on dengan cepat. Caranya? Dengan mengurangi perasaan cinta kita menjadi lebih banyak rasa sayang.

Mengapa harus rasa sayang? Kerena rasa sayang itu muncul sewajarnya saja.

Artinya kita tidak akan keberatan bila orang yang kita sayangi itu meninggalkan kita. Sebagai contohnya, kamu mempunyai teman kecil yang terus dekat hingga sekarang.

Ketika dia memutuskan untuk pergi karena suatu hal, maka tidak mungkin juga kamu akan melarang nya, kan? Mungkin akan ada rasa sedih, tapi itu hanya sesaat, tidak selama di tinggalkan orang yang kamu cintai cintai.

Tapi masalahnya berbeda. Itu kan di tinggalkan oleh seorang sahabat, bagaimana bila di tinggalkan kekasih? Yap, tepat sekali!






Hal ini juga kadang kurang tepat. Artinya akan tetap ada rasa sedih, sakit, yang cukup lama.

Tapi jika kita menyadari bahwa setiap orang mempunyai hak masing-masing, maka kita pun akan dengan lapang dada menerimanya.

Sekalipun kekasih kita meninggalkan kita hanya untuk orang lain. Dengan begitu, rasa sayang sudah cukup untuk di berikan oleh sang kekasih, dan bukan cinta.

Bukankah suami isteri itu ada karena perasaan cinta? Masalahnya, cinta yang seperti apa?

Suami isteri saling mencintai itu wajar, karena sudah menjadi satu kesatuan atau sudah menjadi satu untuk membangun sebuah rumah tangga.

Maka, itu adalah hal yang normal, jika sang suami berjuang penuh untuk kebahagiaan isterinya. Toh itu untuk kelanggengan rumah tangganya.






Tapi jika orang yang masih berpacaran yang melakukan hal itu, itu sungguh tidak wajar. Karena pertanyaannya, itu cinta atau nafsu? Wow, semakin serius saja.

Ok kita lanjut. Jika kita mencintai seseorang, maka kita harus sadar! Apakah kita benar mencintainya, atau hanya nafsu kita saja? Atau bahkan kita hanya sebatas suka?

Ya, itu adalah hal yang berbeda. Jika kita suka, dengan melihatnya pun kita akan merasa senang tanpa harus memiliki.

Jika kita nafsu, maka kita tidak peduli untuk melukai hati orang lainpun akan kita lakukan, asalkan kita bisa mendapatkan orang yang kita cintai. Dan jika kita memang cinta, maka kita akan berjuang dengan akal dan pikiran kita, dan yang penting juga dengan perasaan kita.

Orang yang benar-benar mencintai seseorang, pasti tidak mau menyakiti orang yang dia cintai dan menghargai orang yang telah menjadi pilihannya (orang yang di cintai). Dan pasti akan berpikir positif untuk dirinya sendiri.

Akan tetapi bagaimana jika cintanya itu telah membutakan nya? Tentu saja, bahaya yang akan menimpanya. Contohnya, dia akan rela mengorbankan nyawanya untuk orang yang belum pasti menjadi pasangan hidupnya. Bukankah itu sadis?






Kesimpulannya, orang yang benar-benar memiliki perasaan cinta itu akan tetap menggunakan logikanya, akan tetap mengukur kemampuannya, dan juga akan tetap menyadari hal-hal yang ada di sekitarnya.

Dengan kata lain, jika kamu benar-benar mencintai kekasihmu, maka kamu pun tidak akan pernah memaksanya untuk tetap bersama kamu.

Karena kamu sadar, manusia itu mempunyai hak untuk mencintai seseorang. Artinya, bukan hanya kamu. Itulah cinta! Sangat misterius, bukan?

Bagaimana caranya untuk move on?






Jikalau kamu sudah memahami tentang apa itu sayang, peduli, dan cinta, maka itu akan menjadi hal yang mudah buat kamu. Tapi jika masih sulit, maka kamu bisa memikirkan hal ini.

"Sebuah buku pasti mempunyai sampul. Dan di dalamnya terdapat beberapa halaman. Untuk banyaknya, itu tergantung penulisnya, karena yang pasti ada awalan dan juga ada akhiran". 

Dan seperti itulah cinta jika di gambarkan. Maka, jangan sesali akhiran itu, tapi buatlah lembaran baru lagi dengan cerita yang lebih panjang lagi. Mudah-mudahan kisah cinta kamu akan lebih menyenangkan dari sebelumnya.

Catatan: cinta abadi atau cinta sejati itu hanyalah milik Allah dan rasul-nya (Muhammad SAW). 

Itulah yang bisa saya katakan pada postingan kali ini. Semoga bisa sedikit membantu para pembaca yang sedang kesulitan untuk move on.

Jika ada kesalahan pada postingan ini, mohon di koreksi dan di diskusikan di kolom komentar. Jangan jadikan debat kusir, tapi jadikan sebagai sharing-sharing yang bermanfaat untuk orang banyak. Dan terakhir, semoga bermanfaat...




1 Response to "Inilah Sebabnya Seseorang Susah Move On Dari Mantan Pacarnya"

  1. Tulisan yg bermanfaat, terima ksh sudah menulis artikel ini.

    ReplyDelete

Komentar yang kamu masukkan, akan di tinjau terlebih dahulu. Komentar yang mengandung link, tidak akan di terima. Hal ini guna mengantisipasi komentar spam. Mohon pengertiannya 😁

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel