Sunday, November 27, 2016

Cara Blog Di Terima Google AdSense (Full approve) Ini Triknya

Di terima Google AdSense
Cara agar blog di terima Google AdSense - adalah sebuah thread yang terus di cari-cari oleh kebanyakan blogger pemula. Karena pendapatan dari AdSense, itu adalah sebuah hasil yang bisa di katakan menjanjikan. Padahal, kita sebagai publisher nya hanya kebagian recehan. Tapi ternyata, itu bukan sebuah alasan untuk tidak ikut serta dengan layanan penghasil uang dari Google ini.

Kepopuleran AdSense semakin menjadi viral, di kala banyak publisher nya yang membagikan kisah sukses mereka di berbagai media sosial. Baik itu Facebook, YouTube, ataupun di blog yang mereka kelola. Di Indonesia sendiri, sudah banyak para blogger yang sudah merasakan manisnya bayaran dari Google AdSense. Tak ayal juga dari mereka ada yang menjadi orang kaya dadakan.

Google AdSense memberikan suatu sistem bagi hasil dengan para penayang iklan Google. Dalam hal ini di sebut publisher AdSense. Iklan Google itu sendiri berasal dari beberapa perusahaan yang membayar di Google AdWords, untuk di promosikan produk-produknya. Setelah pengiklan melakukan negosiasi dengan AdWords dan menentukan jumlahnya serta penargetan nya, barulah produk mereka akan di tampilkan oleh para publisher AdSense.

Siapa yang menjadi publisher AdSense? Yang menjadi publisher AdSense, adalah orang-orang yang secara resmi memiliki akun AdSense. Baik itu AdSense hosted ataupun AdSense non-hosted. Akun AdSense hosted sendiri merupakan akun yang di daftarkan melalui mitra AdSense. Seperti Blogger, dan juga YouTube. Jika kita ingin mempunyai akun AdSense hosted, itu artinya kita mendaftar nya melalui blog gratisan kita yang kita buat dari Blogger (blogspot) ataupun dari YouTube.

Tapi jika kita ingin mendapatkan akun AdSense non-hosted, maka kita perlu mendaftarkan nya melalui website yang kita punya, ataupun dengan blog yang sudah di custom domain (dengan domain sendiri), meskipun tempat kita ngeblog masih di Blogger (blogspot). Jika kita mempunyai akun AdSense non-hosted, maka kita mempunyai kemungkinan akan cepat menghasilkan uang dari AdSense.

1. Cara mendaftar AdSense hosted 

Untuk mendaftar akun AdSense hosted, kita bisa melalui layanan Google. Seperti Blogger dan YouTube. Jika melalui Blogger, maka langkah pertama kita adalah membuat blog di Blogger. Setelah itu, kamu akan di suruh membuat nama blog, deskripsi blog, dan terakhir memilih nama domain blog kamu. Nama domain itu adalah alamat url blog kamu. Akan tetapi nantinya, akan ada subdomain nya. Itu artinya, kamu mempunyai blog yang di hosting oleh Blogger atau blogspot.

Sesudah itu, kamu tidak bisa langsung mendaftar AdSense. Tapi kamu harus mempersiapkan blog kamu terlebih dahulu, supaya di rasa layak untuk di daftarkan ke Google AdSense. Dengan kata lain, kamu harus memilih template yang baik, mengatur tata letak serta gadget blog untuk mempercantik tampilan blog kamu. Sesudah itu, barulah membuat konten (jika ingin di daftarkan AdSense, buatlah konten dalam bentuk artikel atau teks).

Hal yang harus di ketahui, meski blog kita sudah layak untuk di daftarkan, tapi kita harus menunggu tombol AdSense dapat diklik (menyala). Tombol AdSense sendiri letaknya berada di dalam menu"penghasilan". Jika tidak ada, ubah dahulu pengaturan bahasa blog kamu ke bahasa Inggris. Yang letaknya ada di menu "pengaturan". Dan biasanya, tombol AdSense itu akan menyala setelah tiga bulan kita membuat blog. Terasa lama memang... Tapi kita tidak boleh diam saja. Kita harus dan tetap membuat konten di blog kita.

Jika kita sering update konten di blog, seperti pengalaman saya pribadi, tombol itu menyala setelah dua Minggu saya membuat blog. Jadi jika ingin cepat, usahakan terus update konten. Tapi jangan konten yang asal-asalan! Harus konten yang berkualitas, yang berguna dan bermanfaat untuk pembaca. Karena pembaca itu, yang akan membantu kita menghasilkan uang dari blog yang kita kelola setelah di daftarkan ke Google AdSense.

Untuk mendaftar melalui YouTube, kita hanya perlu membuat channel YouTube dan terus meng-upload video apa saja asal bebas dari hak cipta dan yang melanggar komunitas YouTube. Setelah itu, kita bisa langsung mendaftarkan channel YouTube kita ke Google AdSense. Dan biasanya, akan cepat di terima jika mendaftar melalui YouTube. Itu artinya, kamu sudah memiliki akun AdSense hosted, dengan menjadi mitra YouTube. Lain halnya mendaftar AdSense dengan melalui blog. Maka kamu akan mengalami proses yang lama, dan biasanya akan sulit di terima.

2. Cara mendaftar AdSense non-hosted 

Mendaftar untuk AdSense non-hosted, kita di haruskan mempunyai website ataupun blog yang sudah ber-domain TLD (Top Level Domain). Tidak perlu mempunyai hosting sendiri, jika uang kamu tidak cukup untuk menyewa hosting nya. Cukup dengan meng-custom domain blog kamu saja, kamu bisa mendaftar akun AdSense non-hosted.

Sedikit pengertian:
subdomain: blogsaya.blogspot.com
TLD: blogsaya.com

Jika blog kamu sudah di terima oleh AdSense (full approve), itu artinya kamu secara resmi menjadi publisher Google AdSense. Dan jika akun AdSense nya itu non-hosted, maka ada kemungkinan kamu akan cepat menghasilkan uang dari AdSense. Tentunya jika kamu tahu cara mainnya. Tapi di sini saya tidak akan membagi tips bermain AdSense. Mungkin di lain kesempatan. Tapi di sini, saya ingin berbagi tips supaya blog kamu di terima oleh Google AdSense.


     style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
     data-ad-client="ca-pub-2767487982721468"
     data-ad-slot="1511831036">


# Apa yang harus di perhatikan sebelum blog di daftarkan AdSense? 

Banyak blogger pemula yang tergesa-gesa dalam mendaftarkan blognya ke Google AdSense. Hal itu di sebabkan karena terlalu berambisi agar cepat mendapatkan uang dari blog-nya. Padahal, banyak kekurangan yang di miliki dari blog-nya. Entah itu dari segi tampilan blog, hingga konten nya. Maka dari itu tak jarang yang mengeluhkan bahwa susahnya mendaftar Google AdSense untuk blog.

AdSense sendiri meninjau blog kita dari segi tampilan dan juga kelengkapan konten kita. Karena AdSense, ingin menampilkan iklan yang relevan dengan blog kita. Supaya pengunjung dapat tertarik dengan iklan yang tayang, dan berpotensi meng-klik iklan mereka (AdSense) yang tayang di blog kita.

Selain itu kebijakan dari AdSense harus di patuhi. Supaya blog kita sesuai dengan kriteria yang AdSense inginkan. Dengan maksud lain, kita harus benar-benar memperhatikan kelayakan blog kita, sebelum mendaftarkan ke AdSense.

Tampilan blog yang di inginkan AdSense adalah kesederhanaan. Artinya, template yang kita gunakan untuk blog kita mudah untuk di navigasi dan enak di pandang oleh pengunjung blog kita. Kesederhanaan tampilan blog sendiri, akan membuat blog kita mudah di akses, meskipun dalam jaringan yang lambat (lemah).

Banyak para master yang menganjurkan untuk menggunakan template bawaan dari Blogger nya, tapi ada juga yang menganjurkan untuk menggunakan template premium. Menurut saya, itu di kembalikan lagi kepada keyakinan kita. Bila ingin menggunakan template premium (bayar), pilihlah template yang sederhana dan mudah di navigasi. Dan bila menggunakan template bawaan, pilihlah template yang sesuai, dan edit supaya terlihat nyaman untuk pembaca dan tentunya mudah untuk di navigasi.

Untuk kelengkapan konten sendiri, ini menyangkut jumlah kata di dalam artikel kita. Banyak yang menghimbau supaya membuat artikel minimal 500 - 1000 kata. Semakin banyak kata di dalam artikel kita, semakin besar kemungkinan untuk di terima AdSense. Tapi jika menurut sudut pandang saya pribadi, kelengkapan konten sendiri menyangkut isi kontennya.

Sebagimana Google, ingin menampilkan konten atau artikel yang mempunyai kaya akan informasi yang bermanfaat untuk pembaca. Dan tentunya tidak melanggar kebijakan Google AdSense dan pedoman webmaster. Hal ini juga tertera di support Google, tentang kelayakan konten. Dan juga pastinya ada di kebijakan Google AdSense (jika kamu baca, pasti kamu tahu).

Ada perihal lainnya menyangkut kelengkapan konten. Yaitu tentang adanya gambar ilustrasi. Gambar ilustrasi sendiri fungsinya untuk memberi daya tarik bagi pembaca. Bukankah akan lebih terlihat indah, jika di dalam artikel kita terdapat gambar ilustrasi? Dan tentunya pembaca pun akan mendapat pengalaman yang menarik, dengan adanya gambar tersebut. Akan tetapi, AdSense sendiri pun tidak menginginkan konten yang mengandung banyak gambar maupun video  di dalam suatu konten.

Karena itu di anggap akan mengganggu pandangan pembaca. Bukankah kita akan tidak fokus membaca, jika terlalu banyak gambar yang terlihat? Jadi AdSense pun memikirkan hal tersebut. Kecuali jika kita sudah mempunyai akun AdSense full approve, itu kita boleh memasang banyak gambar ataupun video di dalam konten kita. Tapi jika masih belum di terima, cukup pasang satu atau dua gambar sebagai pelengkap konten. Dan usahakan isi dari artikelnya memiliki kaya informasi untuk pengunjung, meskipun hanya 300 kata. Tapi untuk ketentuan berapa kata sendiri, saya kurang memahaminya.

# Hindari otak-atik template selama masa peninjauan 

Tips ini memang banyak di sarankan oleh para master. Dan juga AdSense sendiri menerangkan, bahwa mereka tidak akan menerima situs yang masih beta (percobaan). Itu artinya, jika kita sering mengutak-atik template, maka blog kita di anggap belum siap di luncurkan. Dan itu artinya, Google AdSense tidak bisa menerimanya dengan alasan situs masih dalam tahap beta (percobaan).

Seperti yang saya katakan di atas, sebelum mendaftarkan blog ke Google AdSense, kita perhatikan terlebih dahulu kelayakan blog kita. Dari segi template hingga konten kita. Gunakan satu template saja selama masa peninjauan AdSense, dan tentunya harus di pastikan bahwa semua navigasinya bisa di pahami oleh pengunjung, dan tidak terlalu banyak memasang gadget yang tidak penting, yang hanya akan merusak pandangan pengunjung di blog kita. Jika pengunjung merasa nyaman, tentu reputasi blog kita pun terlihat baik di mata Google maupun pengunjung.

Mengenai gadget, pasanglah beberapa gadget yang di anggap penting. Seperti halaman privacy polycy, disclaimer, Contact Us, terms of services, tentang saya / penulis, label, arsip blog, konten populer, posting unggulan, dan lain-lain. Kamu bisa cari tentang gadget apa saja yang perlu di pasang di blog, saat mendaftar ke Google AdSense. Dengan begitu, blog kita akan terlihat profesional dan memiliki navigasi yang lengkap dan memudahkan pengunjung untuk mencari sesuatu yang di butuhkan di blog kita.

Bagaimana dengan jumlah trafik? Tidak ada pernyataan yang tepat mengenai jumlah trafik blog yang layak menjadi publisher Google AdSense. Karena AdSense sendiri tidak menentukan berapa banyak trafik blog yang layak untuk menampilkan iklan mereka. Itu artinya, meskipun blog kamu memiliki trafik yang minim, masih mempunyai kemungkinan di terima. Asalkan sesuai dengan kriteria Google AdSense.




Kesimpulannya, jika kita ingin blog yang kita kelola itu di terima oleh Google AdSense, ada baiknya kita introspeksi dahulu blog kita. Apakah sudah layak, atau belum? Jika belum, perbaiki yang perlu di perbaiki. Jika merasa sudah layak untuk di daftarkan, segeralah di daftarkan. Asal tetap ingat! Terus membuat konten yang bermanfaat untuk pembaca. Dan jika di tolak, perhatikan lagi apa yang masih kurang di dalam blog kamu? Semoga artikel ini sedikit memberi referensi kepada kamu yang mencari cara agar blog di terima oleh Google AdSense.

# KeepBlogging

Next

Related

Komentar yang kamu masukkan, akan di tinjau terlebih dahulu. Komentar yang mengandung link, tidak akan di terima. Hal ini guna mengantisipasi komentar spam. Mohon pengertiannya 😁
EmoticonEmoticon